peserta PRIMA saat mendapatkan arahan dari Kepala Dinas Nakertrans sebelum di lepas oleh Bupati. (foto: ist)
PenaTenggara.com, (Sumbawa Barat) — Sebanyak 33 peserta dari pelatihan Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (PRIMA) di lepas pada Senin, 2 November 2026.
Mereka di lepas oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah ST.,M.Si usai mengikuti pembekalan di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) setempat.
Selanjutnya, mereka putra putri daerah ini akan mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK Jakarta. Ilmu dan pengalaman selama mengikuti pelatihan itu diharapkan bisa menjadi bekal baginya agar mampu bersaing di pasar ketenagakerjaan internasional, khususnya Jepang.
Artinya, meningkatkan dan menyiapkan kompetensi serta kualitas sumber daya manusia sebelum terjun langsung ke dunia kerja. Pelepasan 33 peserta ini menambah daftar putra-putri menyusul keberangkatan 17 peserta yang telah diberangkatkan sepekan sebelumnya. Dengan demikian, total terdapat 50 peserta yang akan mengikuti program pelatihan intensif selama enam bulan sebagai persiapan untuk bekerja di Jepang melalui skema Specialized Skilled Worker (SSW). Peserta ini nantinya diproyeksikan mengisi sejumlah sektor pekerjaan, di antaranya layanan kesehatan (health care), industri manufaktur, dan juga pertanian.
Bupati Sumbawa Barat dalam sambutannya mengatakan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan tekun, disiplin, dan penuh semangat. Karena, Menurutnya, kesempatan mengikuti program ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperoleh keterampilan, pengetahuan, serta kompetensi yang dibutuhkan sebelum memasuki dunia kerja di Jepang.
“Kesiapan dan kesungguhan selama mengikuti pelatihan menjadi modal penting untuk meraih kesuksesan di negara tujuan,” ungkap Amar.
Selain menekankan pentingnya peningkatan keterampilan, Bupati mengingatkan calon pekerja migran agar senantiasa menjaga sikap, perilaku, dan etika selama berada di luar negeri. Terlebih lagi, menjaga nama baik keluarga, daerah, dan bangsa Indonesia dengan menunjukkan profesionalisme, kedisiplinan, serta semangat kerja yang tinggi.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans), Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa peluang dan permintaan tenaga kerja ke sejumlah negara, seperti Jepang, Turki, dan Jerman, pada tahun 2027 mendatang diperkirakan cukup besar.
Menyikapi peluang tersebut, Disnakertrans Kabupaten Sumbawa Barat akan kembali membuka program pelatihan untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Terakhir, kata Kadisnaker melalui program PRIMA dan berbagai pelatihan peningkatan kompetensi lainnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah.
“Program ini diharapkan tidak hanya membuka akses masyarakat untuk bekerja di luar negeri secara profesional dan prosedural, tetapi juga menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa Barat,” pungkasnya. (deP)
