nampak siswa-siswi PAUD aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. (foto: ist)
Pena Tenggara com, (Sumbawa Barat) – Kesadaran mendalam akan krusialnya masa emas pertumbuhan anak memicu antusiasme para wali murid dan pendidik anak usia dini yang rela datang dari berbagai pelosok kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat. Mereka berkumpul di Aula Istana Ceria TK Negeri Pembina Sumbawa Barat, Selasa (06/10), untuk memperdalam pola asuh dalam agenda Sosialisasi Terpadu Pijar Bunda PAUD sekaligus peluncuran gerakan “NGIBAR” (Ngasuh Anak-Giat Interaksi Bersama Anak di Rumah).
Bagi para orang tua yang hadir dari berbagai kecamatan di KSB, kegiatan ini dipandang sebagai kesempatan berharga untuk membenahi cara mendidik anak sejak dini. Pengasuhan di era sekarang dinilai tidak lagi cukup mengandalkan kebiasaan lama, melainkan butuh bekal wawasan serta teladan nyata di lingkungan keluarga.
Wakil Bupati Sumbawa Barat selaku Bunda PAUD, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, menegaskan bahwa fondasi karakter dan tumbuh kembang anak pertama kali dibentuk dari figur ibu dan interaksi di dalam rumah.
“Siapa lagi yang akan menjadi cahaya penerang keluarga kalau bukan kita para ibu. Ibu adalah madrasah pertama di rumah, sehingga kolaborasi antara apa yang dicontohkan orang tua dan pendidikan di sekolah menjadi kunci utama,” tegas Hj. Hanipah di hadapan peserta.
Lebih lanjut, Hj. Hanipah menekankan penguatan Gerakan Rumah Peduli PAUD Berbasis Dasawisma agar perlindungan dan pemenuhan hak tumbuh kembang anak menjangkau hingga unit terkecil masyarakat. Skema ini dirancang saling terhubung dengan penanganan stunting terpadu, di mana tiap kelompok dasawisma aktif memantau kondisi kesehatan, gizi, hingga keikutsertaan anak usia dini ke jenjang PAUD.
Dukungan tersebut selaras dengan pernyataan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat, Suarman, S.Pd., M.Si., yang menyebut esensi pendidikan prasekolah memang harus bertumpu pada pendekatan yang membahagiakan anak. “Pendidikan anak usia dini sejatinya adalah belajar sambil bermain, dan ikhtiar ini membuktikan komitmen daerah untuk terus menghadirkan ruang tumbuh kembang yang ramah anak secara nyata,” tutur Suarman.
Sosialisasi dengan materi “Parenting Pijar Bunda PAUD, Bersama Keluarga Tumbuh Kembang Anak Lebih Baik” yang dipaparkan narasumber Juliah Hidayati ini juga dirangkaikan dengan simulasi kelas parenting serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bagi satuan pendidikan dan orang tua. (deP)
