Armada angkutan sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa Barat saat jam operasi. (Foto: ist)
PenaTenggara.com, (Sumbawa Barat) — Hilirisasi sampah di Kabupaten Sumbawa Barat sepertinya harus menjadi perhatian bersama yang membutuhkan kesadaran masyarakat dan pemerintah. Berdasarkan data dari hasil penilaian kinerja pengolahan sampah, daerah dengan moto Pariri Lema Bariri itu masuk di dalam klaster kabupaten/kota dalam pembinaan dengan jumlah point 36,56.
Raihan itu menempatkan Sumbawa Barat pada urutan ke-223 dari 252 kabupaten/kota se Indonesia yang masuk dalam klaster kabupaten/kota dalam pembinaan.
“Ada juga kabupaten/kota lain di NTB yang masuk dalam klaster itu,” ungkap Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Ikramawansyah ST.,MT pada media di ruang kerjanya, Selasa 10 Maret 2026.
Mantan Sekretaris Bappeda itu menambahkan bahwa posisi tersebut masih jauh untuk meraih sertifikat menuju kota bersih, Adipura, apalagi Adipura Kencana.
“Hanya Kota Mataram yang masuk dalam klaster sertifikat menuju kota bersih itupun di peringkat ke-29 dengan kumpulan point 61,88. Sementara untuk posisi I diraih oleh Kota Surabaya,” bebernya.
“Untuk kabupaten/kota yang meraih Adipura maupun Adipura Kencana, tahun ini kosong,” ujarnya lagi seraya mengatakan bahwa ada beberapa kabupaten/kota yang masuk dalam klaster kabupaten/kota dalam pengawasan yang mana klaster ini kondisi sampah di daerah menjadi attensi.
“Mekanisme penilaiannya, bukan hanya turun mengecek kondisi lapangan, tetapi juga mengecek alokasi anggaran di pemerintahan setempat,” ujarnya lagi.
Sumbawa Barat yang masuk dalam klaster kabupaten/kota dalam pembinaan akan menggairahkan hilirisasi sampah. Dalam hal ini membutuhkan kerjasama dari seluruh komponen masyarakat untuk sadar terhadap kesehatan lingkungan dan jangan buang sampah sembarangan.
“Pemda memberi attensi dengan mengoptimalkan armada atau kendara angkut. Tidak sampai disitu, Pemda juga akan bersinergi dengan pengelola TPS3R dan juga pengelola Bank Sampah untuk hilirisasi sampah agar menjadi pendapatan penghasilan untuk meningkatkan ekonomi,” pungkasnya. (deP)
