Nampak petugas kesehatan hewan melakukan vaksinasi pada sapi. (Foto: ist)
PenaTenggara.com, (Sumbawa Barat) – Pelaksanaan vaksinasi pada sapi dan kerbau di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus berproses. Vaksin PMK tahap I yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat, realisasinya kini mencapai 3.085 dosis.
“Realisasinya cukup signifikan jika di bandingkan dengan kuota vaksin yang diberikan sebanyak 3.250 dosis,” terang Kepala Dinas Pertanian Jamilatun S.Pt., MM. Inov melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veterinet (Kesmavet) Hikmatul Azmi pada media.
Ia menambahkan, capaian ini tidak terlepas dari kerjasama tim di lapangan yang menyasar sentra-sentra peternakan atau lokasi dari populasi hewan. Pelaksanaan vaksinasi pada hewan, sambung Azmi, dilakukan sejak bulan Januari 2026 lalu dengan menyasar semua kecamatan. Terdapat 165 dosis lagi yang belum terserap. Vaksinasi terus kami genjot untuk mengejar realisasi 100 persen.
“Setelah vaksin tahap I rampung, nanti petugas kesehatan hewan akan melanjutkan kembali serapan vaksinasi hewan tahap II yang merupakan bantuan dari kementrian juga,” imbuhnya.
Meskipun penyebaran PMK di Sumbawa Barat relatif terkendali, ungkap Azmi, namun pihaknya tetap melakukan vaksinasi sebagai upaya sekaligus langkah preventif untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit. Vaksinasi ini menurutnya upaya pemerintah dalam melindungi populasi ternak agar tetap sehat, aktif dan juga produktif.
Terlebih lagi, ujar Azmi-begitu akrabnya wanita ini disapa, selain vaksin bantuan pemerintah pusat, pemerintah daerah Sumbawa Barat juga turut melakukan pengadaan vaksin tahun 2026 ini. Diantaranya Antraks dan Septicaemia Epizootica (SE) masing-masing sebanyak 2. 500 dosis, PMK sebanyak 2. 300 dosis dan Newcatle Disease (ND) atau Tetelo sebanyak 3.000 dosis.
Memang, sejauh ini belum ada kejadian paparan Athraks di Sumbawa Barat. Namun kita tetap waspada karena berbahaya. Antraks adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri pembentuk spora, Bacillus anthracis, bukan virus. Penyakit ini bersifat zoonosis yakni menular dari hewan ke manusia. Umumnya menyerang herbivora seperti sapi, kambing, domba. Bakteri ini membentuk spora yang tahan lama di dalam tanah. Manusia tertular melalui kontak kulit, inhalasi (paru-paru), atau konsumsi daging terinfeksi.
“Dengan demikian, vaksinasi ini sangat penting dan memiliki banyak manfaat. Selain untuk melawan mikroorganisme berbahaya, vaksinasi juga bermanfaat untuk meningkatan imunitas kekebalan serta menjaga kebugaran hewan itu sendiri dari serangan penyakit,” ungkap Kabid Kesmavet. (deP)
