Dirut RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaery ST.,MM. Inov. (foto: ist)
Berita ini Kerjasama RSUD Asy-Syifa’ dengan PenaTenggara.com
PenaTenggara.com, (Sumbawa Barat) — Dalam rangka memperkuat pelayanan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Sumbawa Barat melakukan vaksinasi Campak Rubela (MR) terhadap 626 tenaga medis.
Vaksinasi sendiri dilakukan selama 10 hari sejak 4 s/d 13 Mei 2026. Terlebih lagi, kegiatan itu mengacu kepada Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak (Nomor HK.02.02/C/1602/2026) menyusul lonjakan kasus dan puluhan Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai wilayah.
Dengan demikian, mewajibkan pemberian vaksinasi Campak Rubela (MR) bagi tenaga medis, nakes, dan dokter internsip sebagai booster pada fasilitas kesehatan.
Melalui vaksinasi ini diharapkan para tenaga kesehatan mendapatkan imun lebih saat menjalankan tugas. Terlebih lagi, sebagai upaya untuk menghindari para tenaga medis tertular penyakit campak dari pasien.
“Vaksinasi terhadap tenaga kesehatan itu merupakan upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada tenaga medis,” ungkap Dirut RSUD Asy-Syifa’ Andi Suhaeri pada media.
Kenapa mereka harus di vaksinasi, karena tenaga kesehatan ini salah satu kelompok yang rentan tertularnya penyakit campak dari pasien. Oleh karena itu, mereka harus di perkuat agar pelayanan tetap berjalan.
“Ada satu pasien campak yang sempat di rawat. Ini menandakan, bahwa kasus campak di Sumbawa Barat masih ditemukan dan statusnya bisa saja KLB jika tidak di tangani,” bebernya.
Kendati demikian, pasien yang sempat dirawat intens itu sudah dinyatakan sembuh sehingga dapat berkumpul kembali dengan keluarga serta berinteraksi sosial dengan masyarakat.
“Vaksinasi terhadap tenaga medis ini sekaligus ajang sosialisasi pada masyarakat dan pasien tentang penyakit berbahaya yang dapat dicegah melalui imunisasi,” papar Andi.
Kenali Campak
Campak atau measles adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular. Virus ini menyebar melalui percikan air liur di udara (saat penderita batuk atau bersin). Meskipun sering terjadi pada anak-anak, namun campak ini dapat menyerang siapa saja yang belum divaksinasi.
Gejala Utama
Gejala biasanya muncul 7–14 hari setelah paparan dan berkembang dalam beberapa tahap. Diawali dengan demam tinggi, lemas, batuk kering, pilek, dan mata merah berair. Selanjutnya, akan muncul bercak putih kecil di dalam mulut (bintik Koplik). Lebih jauh lagi, timbul ruam kemerahan, biasanya bermula di belakang telinga dan wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Risiko dan Komplikasi
Walaupun sering dianggap bisa sembuh sendiri, campak tidak boleh diremehkan. Penyakit ini dapat memicu komplikasi serius seperti dehidrasi parah akibat muntah atau diare, infeksi telinga yang bisa menyebabkan tuli, radang paru-paru yang bisa menyebabkan pneumonia sampai dengan gangguan pada otak yang menyebabkan ensefalitis.
Penanganan
Tidak ada obat khusus untuk membunuh virus campak. Pengobatan berfokus pada meringankan gejala, seperti istirahat total dan memperbanyak asupan cairan untuk mencegah dehidrasi. Mengonsumsi obat penurun demam sesuai anjuran medis. Suplementasi vitamin A dosis tinggi untuk membantu pemulihan.
Pencegahan
Cara paling efektif mencegah campak adalah dengan melengkapi vaksinasi. Di Indonesia, vaksin ini umumnya diberikan melalui program imunisasi MR (Measles Rubella) atau MMR. Jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala campak (terutama demam tinggi dan ruam), segera isolasi diri dan konsultasikan dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. (deP)
