Sosialisasi pelayanan kesehatan di RSUD Asy-Syifa’ yang di rangkai dengan penyuluhan Diabetes Militus pada lansia. (foto: ist)
Berita ini Kerjasama RSUD Asy-Syifa’ dengan Pena Tenggara.com
PenaTenggara.com, (Sumbawa Barat) — Bagi tenaga kesehatan, nama penyakit Diabetes Militus pasti kenal. Namun, bagi masyarakat nama penyakit tersebut belum begitu familiar. Tetapi jika di sebut kencing manis, maka masyarakat tahu karena akrab disebut seperti itu.
Yaa, Diabetes Militus atau Kencing Manis itu merupakan kelompok penyakit metabolik yang dapat ditandai dengan kadar gula darah tinggi, yang diakibatkan oleh kelainan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Glukosa adalah Salah satu sumber energi utama dalam tubuh yang berasal dari hasil pemecahan makanan. Otak hanya bisa menggunakan glukosa untuk bekerja. Sementara Insulin adalah Hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah, dilepaskan di dalam darah dan membantu glukosa masuk ke dalam sel.
Diabetes Militus atau yang biasa disingkat DM merupakan salah satu penyakit berbahaya jika telat mendapatkan penanganan medis, terlebih lagi DM biasanya di sebut mother of all diseases (ibu dari segala penyakit).

Oleh karena itu, RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat hadir lebih dekat dengan masyarakat dan melakukan sosialisasi guna memberikan pemahaman lebih agar masyarakat dapat mengetahui-profiling dari penyakit DM itu sendiri terutama bagi lansia.
Kegiatan sosialisasi sendiri dilaksanakan di Aula Kantor Camat Taliwang. Turut hadir Sekcam Taliwang hingga Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Informasi Publik dan Rekam Medik (KIRM) RSUD Asy-Syifa’. Hadir juga tokoh masyarakat dan tokoh agama hingga masyarakat setempat. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda dari kegiatan utama yakni sosialisasi pelayanan yang ada di RSUD Asy-Syifa’.

Prihal materi penyuluhan DM sendiri disampaikan oleh dr. Dwi Indriani Firmatasari, Sp.PD.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pentingnya mengenali gejala diabetes sejak dini, menjaga pola makan yang sehat, rutin beraktivitas fisik, mematuhi pengobatan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah berbagai komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup lansia.
Adapun komplikasi yang dipicu oleh Diabetes ialah penyakit Jantung dan Stroke: Pembuluh darah yang kaku dan menyempit akibat penumpukan plak meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke hingga beberapa kali lipat. Ada juga komplikasi lainnya seperti penyakit ginjal kronis, beban penyaringan darah yang berat oleh pembuluh darah kecil di ginjal menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara perlahan. Selanjutnya kerusakan saraf yang dapat menimbulkan rasa baal atau kesemutan di kaki dan tangan, yang sering berujung pada luka infeksi berat hingga risiko amputasi. Ada juga gangguan penglihatan atau Retinopato dan resiko infeksi dan komplikasi lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk tetap hidup sehat dan dapat mengenali gejala khas dari penyakit Diabetes itu sendiri. Gejalanya sering buang air kecil, cepat merasa haus, cepat merasa lapar, berat badan turun cepat tanpa sebab, badan lemas dan cepat lelah, waktu sembuh luka cukup lama hingga sering kesemutan.
“Ada juga cara untuk mengatasinya dengan menjaga pola makan sehat dan seimbang, rajin olahraga minimal 30 menit sehari,” bebernya.
“Selanjutnya jaga berat badan agar tetap ideal dan yang paling penting ialah rutin cek kadar gula darah ke fasilitas kesehatan,” saran dr. Dwi.
Sementara itu, Dirut RSUD Asy-Syifa Andy Suhaery mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan upaya rumah sakit meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit DM.
“Alhamdulillah, kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat dan itu terbukti dari antusiasme peserta sosialisasi melontarkan pertanyaan terutama pada sesi tanya jawab tentang materi DM ini,” ujarnya.
“Apa yang kami lakukan ini adalah bentuk edukasi pada masyarakat,” terang Dirut RSUD Asy-Syifa’ itu. (deP)
