Dirut RSUD Asy-Syifa’, Andi Suhaery S.ST.,MM. Inov. (Foto: dok)
Berita ini Kerjasama RSUD Asy-Syifa’ dengan PenaTenggara.com
PenaTenggara.com, (Sumbawa Barat) — Dalam waktu dekat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy- Syifa’ Sumbawa Barat akan membuka layanan jantung dan pembuluh darah. Untuk memperkuat pelayanan tersebut, RSUD Asy-Syifa’ bekerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Jantung Harapan Kita Jakarta.
Wujud kerjasama itu dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang di tandatangani oleh kedua belah pihak pada 18 September 2026.
Perjanjian kerjasama ini merupakan pengembangan jejaring pelayanan kardiovaskular dan upaya meningkatkan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Demikian disampaikan Dirut RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri S.ST.,MM. Inov pada media, via seluler.
“Dengan adanya kerjasama ini, rumah sakit maupun pasien dapat memanfaatkannya untuk konsultasi kesehatan jantung dan pembuluh darah secara daring,” ungkapnya lagi.
Menurut Andi, ada kelebihan yang di dapatkan dari kerjasama ini. Pertama, memudahkan pasien memperoleh layanan kesehatan tanpa hambatan jarak dan waktu. Kedua, memberikan kesempatan konsultasi bagi pasien dari daerah yang sulit menjangkau fasilitas rujukan nasional. Selanjutnya, mengurangi beban kunjungan langsung ke rumah sakit, khususnya bagi pasien dengan keterbatasan mobilisasi. Terakhir, mendukung efisiensi sistem rujukan berjenjang dan mempercepat tindak lanjut layanan.
Masih dari keterangan Dirut RSUD, perkembangannya saat ini manajemen rumah sakit akan melakukan pembangunan ruang catheterization laboratory atau cath lab untuk mendukung tindakan medis terhadap pasien dengan gangguan jantung.
“Fasilitas penunjang itu disiapkan merupakan bagian atau rangkaian dari pengembangan layanan spesialis di rumah sakit,” paparnya.
nah, dengah kehadiran cath lab di rumah sakit nantinya pelayanan medik terhadap jantung akan lebih mudah. Secara bertahap juga memiliki fasilitas pendukung untuk tindakan terhadap pasien dengan kondisi tertentu, termasuk pemasangan ring pada pembuluh darah jantung sesuai indikasi medis.
“Penguatan layanan spesialis akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat, kesiapan fasilitas, dan yang paling penting ialah ketersediaan tenaga medis,” terangnya. (deP)
